Tugas Pesantren dalam Menjemput Agenda Dunia 15 Tahun ke Depan; Progress Pesantren Raden Abdul Halim dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan, Sustainable Development Goals (SDGs)
By.MukhosisAbdul
Sustainable
Development Goals atau SDGs merupakan komitmen negara-negara dunia dan nasional
dalam upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat mencakup 17 tujuan dan
sasaran global tahun 2030 yang dideklarasikan baik oleh negara maju maupun
negara berkembang di Sidang Umum PBB pada September 2015. 17 Tujuan
tersebut diantaranya: (1) Tanpa Kemiskinan; (2) Tanpa Kelaparan; (3) Kehidupan
Sehat dan Sejahtera; (4) Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan Gender; (6) Air
Bersih dan Sanitasi Layak; (7) Energi Bersih dan Terjangkau; (8) Pekerjaan
Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10)
Berkurangnya Kesenjangan; (11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; (12)
Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (13) Penanganan Perubahan Iklim;
(14) Ekosistem Lautan; (15) Ekosistem Daratan; (16) Perdamaian, Keadilan dan
Kelembagaan yang Tangguh; (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Mengutip dari
argument media sosial, bahwa Pembangunan Berkelanjutan sekaligus Kerjasama
global (Sustainable Development Goals/ SDGs) merupakan program yang
dirancang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015 merupakan
sebuah panggilan global untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan
memastikan semua orang menikmati perdamaian serta kemakmuran.
Dalam berbagai
sumber media informasi, Indonesia telah membuat progres yang signifikan dalam
beberapa aspek SDGs. Dalam progress ini, Indonesia melakukan penanggulangan misalnya
terhadap kemiskinan. Pemerintah berhasil mengurangi angka kemiskinan, berdasarkan
data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2023 menurun sebesar 0,21
persen menjadi 9,36 persen dari 9,57 persen pada September 2022. Begitu juga
dalam hal pendidikan berkualitas, dimana tingkat partisipasi masyarakat dalam
pendidikan formal semakin meningkat.
Selain itu, perhatian
utama dunia sekarang ini adalah juga mencakup terhadap perubahan iklim.
Perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan respons bersama
dari semua negara. Indonesia, sebagai salah satu negara yang rentan terhadap
dampak perubahan iklim, memiliki tanggung jawab besar dalam mengurangi emisi
gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana alam yang terkait
dengan perubahan iklim.
Pada tahun 2023,
upaya mitigasi emisi menjadi fokus utama, dengan pemerintah Indonesia
menggalakkan kebijakan energi terbarukan, pengurangan deforestasi, serta
promosi transportasi berkelanjutan. Kolaborasi antara sektor publik, swasta,
dan masyarakat sipil menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target-target
mitigasi perubahan iklim.
Dalam perihal
program dunia, Indonesia harus menyelesaikan banyak pekerjaan rumah bagi dalam
mengejar ketertinggalannya mencapai SDGs. Namun, jika semua elemen masyarakat
bersatu, saling mendukung, dan berkomitmen untuk perubahan yang berkelanjutan,
pasti ada jalan bagi Indonesia untuk meraih tujuan mulia ini. Sehingga setiap
individu memiliki peran vital dalam mengawal dan menyumbangkan aksi nyata untuk
kemajuan bangsa ini agar dapat selaras dengan cita-cita global, yaitu
pembangunan yang berkelanjutan.
Fokus Pesantren
dalam Program Sustainable Development Goals
Pesantren Raden
Abdul Halim merupakan pesantren yang berdiri masih seumuran jagung. Akan tetapi
peran pesantren sangat dibutuhkan dalam berpartisipasi atas mewujudkan pembangunan
berkelanjutan secara global.
Dalam mewujudkan
peran Sustainable Development Goals (SDGs), Pesantren Raden Abdul Halim
mengambil peran dalam bidang pertanian. Dimana pertanian merupakan suatu hal
yang krusial yang sangat dibutuhkan dalam Pembangunan Indonesia.
Perihal tersebut
melihat tentang realitas pertanian di Indonesia. Meskipun negara Indonesia
terkenal sebagai negara agraris, memiliki sejarah panjang dalam produksi dan
konsumsi beras. Namun, terdapat potensi besar dalam pertanian, karena Indonesia
masih harus mengimpor beras dari negara lain. Hal ini sering menimbulkan
pertanyaan di kalangan masyarakat tentang keputusan pemerintah Indonesia dalam
hal swasembada pangan.
Menurut data
dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras di Indonesia mengalami
fluktuasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti krisis iklim, makin
berkurangnya lahan pertanian dan kondisi tanah serta akses pengairan. Produksi
padi pada periode Januari-April 2024 turun 17,54% dibandingkan periode yang
sama tahun lalu saat mencapai 22,55 juta ton.
Dalam laporan
halaman resmi Bulog Indonesia, menurut Prof. Dr. Bustanul Arifin selaku
Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), beliau mengatakan
bahwa; Adanya perubahan iklim, berkurangnya lahan pertanian dan penurunan
faktor produksi lainnya seringkali menghambat pencapaian target produksi. Oleh
karena itu, impor beras menjadi salah satu solusi untuk menjaga stabilitas
harga dan ketersediaan beras di pasar.
Capaian
Pesantren Raden Abdul Halim dan meraih 15 Besar Se-Nasional pada tahun 2024
dalam bidang Pertanian
Pengambilan
tiket peran Pesantren Raden Abdul Halim dalam Sustainable Development Goals (SDGs),
sudah mendekati keberhasilan program. Dari ribuan peserta yang ikut mengambil
bagian program Sustainable Development Goals (SDGs) pesantren Raden Abdul Halim
mampu menjadi 15 besar se-Nasional. Hal ini menandakan kesungguhan dan
kefokusan pesantren dalam 17 tujuan Global, Sustainable Development Goals (SDGs)
tergolong luar biasa.
Realitas 17 Tujuan SDGs, dapat diukur dengan
keberhasilan dalam menata program. Diantaranya adalah;
1)
Tanpa Kemiskinan
Pesantren
mampu menekan pembiayaan operasional pertanian yang biasa menjadi kendala bagi
para petani, diantaranya: pembuatan pupuk secara mandiri, herbisida-pestisida
mandiri, produksi varietas benih padi sendiri, dan pasar organik dikalangan
sendiri.
2)
Tanpa Kelaparan
Pesantren
mampu setidaknya mencapai 16 hektar dari keluasan total yang digarap oleh
petani pesantren Raden Abdul Halim
3)
Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Dari
perlakuan organik, tentu menjadikan beras menjadi sehat serta pemanfaatan
bekatul padi untuk kebutuhan obat herbal. Selain itu, dilengkapi penanaman
holtikultura yang ditanam secara organik
4)
Pendidikan Berkualitas
Pesantren
mampu mewujudkan pendidikan SMK Raden Abdul Halim dengan dilengkapi program
sertifikasi untuk siswa dalam pertanian modern. Selain Kerjasama dunia kerja
sampai kepada menstimulus pembukaan lapangan pekerjaan.
5)
Kesetaraan Gender
Setiap
santri dituntut untuk pengembangan pertanian serta pemakaian media tanama
dengan berbagai macam. Misalnya; hidroponik, aquaponic, polybag dan media tanam
lainya
6)
Air Bersih dan Sanitasi Layak
Pesantren
mampu mewujudkan pengeboran sumur pengairan dengan tenaga surya, sehingga efien
terhadap pembiayaan pengairan pertanian. Selanjutnya sisa pengairan dialirkan
dalam parit dan dimanfaatkan oleh kebutuhan petani sekitarnya
7)
Energi Bersih dan Terjangkau
Dengan
tenaga surya, pesantren mampu meminimalisir pengeluaran kebutuhan Listrik
opersional pertanian
8)
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan
Ekonomi
Pesantren
mampu mewujudkan petani lebih santai dan biaya murah. Karena benih geratis,
pupuk dan tenaga semprot geratis dengan alat drone semprot pertanian
9)
Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Produk
turunan dari aktifitas pertanian, pesantren dapat membuka Kerjasama pasar
melalui produk beras organik dengan berbagai kemasan
10)
Berkurangnya Kesenjangan
Semakin
banyak melahirkan petani muda lokal, tentu menjadikan lapangan pekerjaan
tersendiri bagi generasi muda agar tidak tergantung kepada pekerjaan sebagai
TKI/TKW
11)
Kota dan Permukiman yang
Berkelanjutan
Pesantren
mewujudkan penataan lahan-lahan pertanian secara permanen dengan dilengkapi
sirkulasi pengairan dan fasilitas pusat informasi
12)
Konsumsi dan Produksi yang
Bertanggung Jawab
Pada
awal tahun 2024, pesantren mampu memproduksi beras 57 Ton per-hektar. Sementara
secara program pesantren memiliki petani yang mampu dalam keluasan tanam 16
hektar
13)
Penanganan Perubahan Iklim
System
tanam padi organik, pompa air tenaga surya, penataan pupuk kandang dan penataan
sampah an-organik menjadi program utama pesantren.
14)
Ekosistem Lautan
Dengan
anti pestisida kimia yang mampu merusak lingkungan juga pencemaran perairan,
tentu program pesantren sangat diterima dalam melestarikan lingkungan serta
ekosistem lautan
15)
Ekosistem Daratan
Dengan
pestisida organik, ketika burung-burung memakan biji padi tidak mengalami
kematian. Hanya saja merasa tidak nyaman karena bau padi dipenuhi aroma ular
hasil racikan petani pesantren. Selain itu penanggulanan hama keong dengan cara
digiling untuk dijadikan bahan dasar pupuk cair
16)
Perdamaian, Keadilan dan
Kelembagaan yang Tangguh
Pesantren
mampu mewujudkan Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) untuk pengembangan
pertanian serta menata sirkulasi pembiayaan pertanian
17)
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Dalam
hal penjualan hasil pertanian, pesantren mampu bekerjasama berbagai industry
serta pedagang sekelas ekspor-impor. Diantaranya; hasil panen tanaman
holtikultura (bawang, kol, melon, capai dll), daun talas permintaan eksport,
terung, labu dan lain sebagainya.
Arah Pesantren
Raden Abdul Halim dalam 20 Tahun ke Depan
Pesantren
merupakan basis pendidikan yang dapat diterima global serta fokus terhadap
konsistensi perkembangan modernitas kemajuan zaman. Selain pesantren mampu
memfokuskan diri dalam kajian pendalaman agama, pesantren juga melakukan
pengembangan pembenahan kualitas sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan
perkembangan peradaban.
Dalam jangka
panjang, pendidikan karakter pesantren mampu mewujudkan generasi unggul dalam
berbagai bidang. Meskipun keberadaan sumber daya manusia (SDM) pesantren hari
ini, masih terpisah-pisah, kami yakin dalam jangka 10 tahun yang akan datang, sumberdaya
yang dibentuk oleh pesantren akan mampu tampil menjadi pelopor dalam berbagai
bidang.
Hal ini
dibuktikan dengan munculnya “Ma’had Aly” (perguruan tinggi) dalam
pesantren-pesantren di Indonesia yang menjadi embrio atas bangkitnya semangat pengetahuan
serta riset santri. Sehingga pesantren hanya memberikan atau menyiapkan wadah
untuk karya santri dalam dunia industry, Kesehatan, IPTEK dan seterusnya.
Pesantren Raden
Abdul Halim telah memulai dari pengembangan pertanian dan sudah terbaca sekala
nasional. Selebihnya pesantren hanya saja memberikan fasilitas yang menujang
diantaranya;
1.
Kelembagaan pusat pelatihan dan
pemberdayaan pertanian (P4S) yang dilengkapi control system (ICS) pertanian
2.
Menyediakan perlengkapan pertanian
modern
3.
Memfasilitasi jaringan pertanian nasional
yang lebih mudah
4.
Mempertemukan ahli pertanian yang
memadai kepada generasi santri (kader pesantren)
Peran Pesantren
dalam Pertanian dan Metalurgi
Pesantren harus
mampu mengembalikan teknologi kuno yakni peradapan yang dikembangkan pada era
Majapahit. Dimana teknologi pertanian yang berbasis metalurgi yang ramah
lingkungan. Hal ini memiliki alasan bahwa kandungan unsur hara dalam tanah,
semuanya terdapat dalam mineral bumi, diantaranya:
1)
Unsur Hara Makro:
·
Nitrogen (N): Berperan
penting dalam pertumbuhan vegetatif, pembentukan klorofil, dan sintesis
protein.
·
Fosfor (P): Berperan
dalam pembentukan akar, bunga, dan buah, serta meningkatkan ketahanan tanaman
terhadap penyakit.
·
Kalium (K): Berperan
dalam regulasi metabolisme tanaman, meningkatkan kualitas buah, dan
meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan.
·
Kalsium (Ca): Berperan
dalam pembentukan dinding sel dan membantu penyerapan unsur hara lainnya.
·
Magnesium (Mg): Merupakan
komponen penting dari klorofil dan berperan dalam fotosintesis.
·
Sulfur (S): Berperan
dalam pembentukan protein dan enzim.
2)
Unsur Hara Mikro:
·
Besi (Fe): Berperan
dalam pembentukan klorofil dan enzim.
·
Mangan (Mn): Berperan
dalam fotosintesis dan aktivitas enzim.
·
Boron (B): Berperan
dalam pembentukan bunga dan buah.
·
Tembaga (Cu): Berperan
dalam aktivitas enzim.
·
Seng (Zn): Berperan
dalam pertumbuhan tanaman dan pembentukan hormon.
Dari pemaparan
di atas, bahwa meneladani tentang dunia pertanian, ternyata tidak sebatas
bercocok tanam dan panen. Akan tetapi tugas pesantren perlu mengetahui serta
mengembalikan unsur-unsur hara yang telah hilang akibat pemaksaan unsur hara
dalam tanah untuk meraih hasil melimpah.



Komentar
Posting Komentar