Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Pesantren Sebagai Sumber Kekuatan Akar Rumput Peradaban Bangsa

Gambar
  Sekelumit ini merupakan hasil catatan kecil ketika perjalanan pulang menghadiri Halaqoh Nasional tentang Fiqih Peradaban; Fiqih Siyasah dan Tatanan   Dunia Baru, Oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang membahas bertema “Tradisi Santri dan Relevansi Turats dalam peradaban dunia baru” yang diselenggarakan di pesantren Darul Hikam, Jorsan Ponorogo.   Jauh sebelum negara Indonesia merdeka, nama santri dan pesantren telah menggaung erat dalam proses belajar di seluruh penjuru wilayah Indonesia. Bahkan kata santri banyak ahli yang beranggapan diambil dari bahasa sanskerta “shastri” yang berarti mendalami ilmu pengetahuan. Adapun tempatnya adalah “pesantren”, yakni suatu tempat berkumpul dalam rangka mendalami ilmu pengetahuan. Ada sebagian dari ilmu cucoklogi seperti halnya yang disampaiakan KH. Abdullah Dimyathy Banten, beliau berpendapat bahwa kata santri merujuk pada huruf; sin berarti “satrul al ‘awroh” atau "menutup aurat"; huruf nun berasal dari istilah “...

Camp Keberagaman Mewujudkan Persaudaraan Lintas Iman

Gambar
  Camp Keberagaman Lintas Iman di Desa Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek dilaksanakan pada tanggal 29-30 September 2023.   Masyarakat di Indonesia pada umumnya, banyak yang beranggapan bahwa perbedaan agama adalah sebuah perbedaan yang terpisah segalanya dan seakan tidak ada lagi titik temu untuk saling berkomunikasi. Mereka banyak mengimani bahwa ketika salah satu penganut agama tertentu melakukan hubungan pertemanan akan menodai keyakinan agama yang ia yakini, sehingga tercipta hubungan sosial terpisah oleh perbedaan secara menyeluruh seakan hidup beda ekosistem alam. Perbedaan agama mengakibatkan terputusnya interaksi disebabkan banyak hal. Mulai karena alasan tidak nyambung dalam interaksi, beda kehidupan, fanatik keyakinan atau alasan-alasan lain yang merakhir pada perpisahan hubungan sosial antar pemeluk agama. Di sisi lain, keyakinan-keyakinan serta penilaian perilaku terhadap agama lain, sudah tertanam subur dari kehidupan keluarga, lingkungan sekita...

Diklat ala Kenabian; Kisah Keteladanan Pendidikan Nabi Muhammad SAW dari Usia Anak-Anak Sampai Remaja

Gambar
  Abu Musa al Asyari, dari Nabi, beliau bersabda: “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk laksana pembawa minyak wangi dan pandai besi. Pembawa minyak wangi bisa jadi akan memberimu wewangian atau kamu membeli wewangian darinya atau kamu mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi bisa jadi akan membakar bajumu atau kamu mendapatkan aroma tidak sedap darinya". (HR. Bukhari). Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H , bertepatan pada tanggal 28 September 2023 Masehi, izinkan penulis untuk menyampaikan sesuatu dengan itba' serta meneladani Nabi Muhammad SAW ketika beliau menata pengalaman beliau pada usia Anak sampai remaja Latar Belakang Keluarga Nabi Muhammad SAW Bulan Robiulawal merupakan bulan dimana umat muslim pada umumnya merayakan hari kelahiran kekasih sekaligus panutan yakni bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada tanggal 12 Robiul Awal dan bertepatan dengan peristiwa sekutu Abrahah yang berkeinginan akan menghancurkan Ka’bah, tepa...

Stadium Berkah dari Menulis Menjadi Miliarder; Kisah Motivasi Ning Khilma Anis dari menulis Novel “Hati Suhita” *

Gambar
                                Seorang penulis memiliki motivasi latar belakang serta pengalaman yang berbeda-beda, mulai dari karena alasan kebiasaan menulis atau memiliki hobi menulis diary, keterpakasaan menulis tugas sekolah, bahkan tuntutan profesi akademik sehingga memaksa keadaan untuk menulis, serta latar belakang penulis yang lainnya. Begitu juga dengan penulis Novel “Hati Suhita” yang memiliki latar belakang tuntutan menulis cerpen hingga karena permintaan pembaca untuk dibuatkan novel ketika masih di bangku kuliah. Para pembaca menilai dalam tulisan Ning Khilma sedikit berbeda dari kebiasaan penulis pada umumnya. Beliau seringkali menampilkan alasan karakter tokoh yang selama ini dianggap tabu oleh Masyarakat. Selain itu, beliau seringkali menampilkan kearifan pelajaran Jawa yang sering terlupakan. Selama perjalanan beliau ketika menjadi mahasiswa, Ning Khilma juga mengikuti un...