Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

TBM Leshutama Tulungagung Terima Bantuan Pemerintah Berupa 1.000 Buku Bacaan Bermutu Dari Perpustakaan Nasional

Gambar
  By.MukhosisAbdul Pada tahun 2025, TBM Leshutama Tulungagung pertama kalinya mendapat bantuan dari pemerintah berupa 1.000 buku bacaan bermutu dari program Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Buku bacaan ini tentu sangat bermanfaat khususnya anak-anak pembaca di TBM Leshutama. Karena buku bacaan kelas anak ada sekitar 1.000 buku lebih habis terbagikan ketika moment Covid-19 tahun 2020 s/d 2021, dimana pada saat itu pengunjung kelas anak-anak semakin membeludak dan sering mendapat teguran dari pemerintah desa. Disisi lain, anak-anak pada saat itu liburan sekolah yang panjang dan belajar melalui daring. Pada saat pengurus kebingungan untuk membuat jadwal kunjung dengan rata-rata 60 anak hingga 85 anak perhari. Sehingga kami beriniatif untuk membagikan kepada anak untuk dibaca di rumah masing-masing. Nah, disinilah buku bacaan TBM Leshutama mulai surut. Pada tahun 2025 ini, kami mendapat amunisi buku, yakni mendapat buku bacaan bermutu dari Perpustakaan Nasional. Sehing...

Pengelolaan Perpustakaan; Frekuensi Harapan TBM Leshutama untuk Kelestarian Lingkungan

Gambar
  Catatan hari pertama mengacu pada materi zoom bimbingan teknis kapasitas pengelolaan perpustakaan oleh Perpustakaan Nasional tahun 2026. Menapak dari perjalanan literasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) LESHUTAMA sejak tahun 2013, banyak catatan-catatan pengalaman, keluh kesah, serta semangat kebangkitan untuk pengembangan layanan perpustakaan TBM Leshutama. // Dapur santri   Oleh: MukhosisAbdul   A. Perjalanan TBM Leshutama Tulungagung TBM Leshutama Tulungagung awal mula berdiri di Dusun Jigang Desa Pakisaji Kecamatan Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur pada tahun 2013 oleh semangat gerakan teman-teman pemuda yang ingin menyalurkan kreasi literasi namun belum memiliki wadah kreasi. TBM Leshutama Tulungagung juga memiliki latar belakang permasalahan lingkungan sekitar. Seperti halnya banyaknya sampah yang berceceran di sepanjang tepi jalan, pembuangan sampah sembarangan yang menumpuk di tepi jalanan serta banyaknya sampah di saluran resapan air perkampungan d...

Bulan Asyuro; Mengingatkan Sebuah Misi Perjuangan Kerajaan Mataram Untuk Dakwah Islam di Indonesia

Gambar
  “Memori otak sejak masuk diperkuliahan, ketika seringkali silaturrahim dengan para penganut penghayat kepercayaan. Dimana seringkali ngangsu kaweruh tentang spiritual jawa perihal logis yang dimitoskan dan perihal supranatural yang disesatkan. Bagiku, kurang-luweh pemikiran manusia adalah menjadikan kesempurnaan berpengetahuan”. Oleh: MukhosisAbdul   Meskipun kerajaan Mataram merupakan anugerah dari kerajaan Pajang era Raden Abdul Halim atau Pangeran Benowo atau Pangeran Prabuwijaya, akan tetapi semangat kesamaan tujuan kedua kerajaan adalah untuk dakwah Islam tetap bersemi Lestari. Pangeran Benowo adalah generasi ketiga raja Kerajaan pajang setelah Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya yang sempat memimpin kerajaan Pajang pada tahun 1586-1587 Masehi. Beliau memilih menjadi ulama, daripada terjun dalam dunia perpolitikan. Sehingga tahta kerajaan Pajang diberikan kepada Danang Sutawijaya putra Ki Ageng Pamanahan yang bergelar panembahan Senopati Mataram.   Muas...