Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Progresifitas Kajian Ekologi Tingkat Pelajar

Gambar
  Catatan Menjadi Pemantik dalam Materi Diklatama IPNU-IPPNU PAC Ngunut Tulungagung By.MukhosisAbdul Pada hari ini, Minggu 29 Oktober 2023 bertempat di Madrasah Diniyah “Miftahul ULum” Desa Sumberingin Kidul Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Penulis menyampaikan catatan hasil dalam kajian peserta tentang Ekologi dalam program CBP-KPP oleh IPNU-IPPNU PAC Ngunut Tulungagung. Kajian Ekologi dalam ranah pelatihan tingkat pelajar, merupakan sebuah kajian yang masih awam tentang wacana Ekologi yang digarap panitia CBP-KPP. Akan tetapi nampaknya kajian ekologi merupakan kajian yang tidak kalah menarik dan perlu ditekankan dalam bentuk riel gerakan oleh generasi muda dalam menyiasati semakin parahnya kerusakan alam yang disebabkan tidak berimbangnya kebutuhan ekosistem. Dalam kajian Ekologi ini, kami memfokuskan bagaimana pelajar lebih peka terhadap perkembangan masalah-masalah lingkungan sekitarnya dan bagaimana aplikasi kepedulian ekologi diterapkan dalam aktifitas kecil seka...

Maincenter Belajar Ekologi Budidaya Tanaman

Gambar
  Bermula dari mengisi pelajaran ilmu pengetahuan siswa merambah menjadi mengisi wawasan Tanaman bagi orangtua yang beraktifitas di sawah (petani). By.MukhosisAbdul. Sejak masih usia anak-anak, secara pribadi saya berminat dengan kegiatan bercocok tanam dan gemar membantu orangtua di sawah. Perilaku menjadi petani kecil, nampaknya sudah tertanamkan oleh orangtua sejak sebelum duduk di bangku sekolah dasar. Aktifitas setiap hari pun juga tidak bergeser dari aktifitas di lingkungan persawahan, meski alakadar anak kecil di sawah sering merepotkan orangtua. Pada usia masih di bangku sekolah dasar, aktifitasku secara berkala juga masih sering bersama orangtua untuk sedikit membantu orangtua beraktifitas di sawah. Misal, mewadahi rumput dalam karung hasil orangtua ngarit, panen jagung, daut (mengambil benih padi sebelum ditanam) dan seterusnya. Meskipun hanya membantu alakadarnya anak-anak, setidaknya saya dapat menikmati pengetahuan tentang aktifitas sawah, dan fasilitas banyak bertan...

Santri Demontrasi Masak Sayur Pohon Pisang; Lomba Internal Pesantren “Raden Abdul Halim” Kalidawir Tulungagung dalam Rangka Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2023

Gambar
  Dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2023, mempersembahkan santri dengan keunikannya. Di sela-sela urutan acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023, internal Pondok pesantren Raden Abdul Halim Tulungagung mengadakan lomba memasak sayur pohon pisang. Perlombaan memasak sayur pohon pisang, bukanlah satu-satunya kegiatan dalam memperingati hari santri nasional 2023, akan tetapi sebagai sub-acara dalam memeriahkan kegiatan hari santri serta sebagai pembuka kegiatan dari urutan peringatan hari santri 2023 di internal pesantren. Adapun runtutan kegiatan hari santri pesantren Raden Abdul Halim Tulungagung dilaksanakan dua hari pada 21-22 Oktober 2023 dari ba’da subuh, diantaranya; 1.     Do’a bersama dan mengenang para syuhada’ resolusi jihad, para pahlawan kemerdekaan Indonesia, para pendiri Nahdlatul Ulama dan para guru. 2.     Lomba masak sayur pohon pisang 3.     Liwetan bubur bersama 4.     Apel hari ...

Santri dan Aplikasi Agensia Hayati Lokal

Gambar
  Peran Aktif Santri dalam Mengembangkan Ketahanan Pangan Menjadi Ajang Bergengsi Era Millenial Sejak sebelum kemerdekaan, peran santri dalam membangun ketahanan pangan merupakan sebuah langkah gerakan konkrit dalam melestarikan kearifan lokal bidang pertanian. Agencia hayati diaplikasikan bertujuan untuk mempertahankan pangan masyarakat sekitar pesantren serta internal pesantren guna menghidupi para santri. Setiap santri pada era sebelum tahun 1990an sampai pra kemerdekaan, dituntut untuk mengembakan lahan pertanian sebagai pembelajaran serta kebutuhan pangan selama di pesantren. Tidak jarang pasca menjadi santri (alumni) santri dapat mandiri bekal pembelajaran selama mengembangkan pertanian di pesantren. Teori pengendalian hama tanaman, pola pengembangan bakteri pengurai kompos, telah dikembangkan melalui pesantren dengan nama-nama yang lokal yang diidentifikasi oleh para santri selama Bertani. Selain itu, efek turunan dari pengembangan pertanian, santri juga mengembangkan pe...

“Sahadat Panetep Panotogomo”; dan Huru-Hara Mega Proyek Penyalahgunaan Kunci Para Pemburu Harta Amanah Ir. Sukarno

Gambar
  Malam itu, hanya ada beberapa orang yang masih terjaga. Terdengar suara binatang malam yang membuat suasana malam terasa benar-benar larut. Mbah Harjo, sapaan akrab lelaki sepuh sembari menemui para tamunya dengan menyulut lentera minyak layaknya jaman tempo dulu, “monggo nak, pinarak”. Sambut mbah Harjo dalam suara khas sepuhnya. Ikat kepala ala masyarakat jawa tempo dulu juga tak lupa selalu menghiasi mbah Harjo dalam menyambut siapapun yang datang di gubuk sederhananya. Di usia lebih dari satu abad, mbah Harjo tetap wigati setia mengabdi untuk Negeri tercinta. Mbah Harjo lah sebagai saksi hidup pada zamannya yang selalu mengdampingi presiden pertama Indonesia dalam hal spiritual.   Pertemuan Sakral dengan Mbah Harjo Arjo Suwito (1825-2018 M) alias Mbah Harjo atau Harjo Gentelot yang tinggal di lereng gunung Kelud, tepatnya di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Suatu ketika pada malam jum’at tiba, ketika rombongan Mbah haji Malik melakukan silatu...