Penyamaran Profesi Petani; Antara Ilmuan Terpaksa dan Keterpaksaan Jadi Ilmuan

 

By.MukhosisAbdul


 "Dunia pertanian di Indonesia dari dahulu hingga sekarang dianggap profesi remeh-temeh dalam kehidupan sosial. Bahkan dalam perkembangannya, memilih menjadi petani adalah strata sosial rendah. Namun, realitas petani mengharuskan mereka menjadi Ilmuan Ahli Geologi, Metalurgi, Botani, Kimia dan Biologi dalam mencermati kandungan mineral sebagai makanan tumbuhan. Terlebih lagi, petani harus pandai menjadi akuntan dan ekonom handal dengan setidaknya solutif dalam management keuangan keluarga"

 

Dalam perkembangan tumbuh-kembangnya tumbuhan, dibutuhkan makanan untuk proses tumbuh, diantaranya zat-zat dalam tanah atau unsur hara. Perihal ini adalah makanan keseharian petani dalam mencermati kebutuhan tumbuhnya tanaman tanpa harus di bangku perkuliahan.

Selain itu, petani juga dipaksa tahu tentang kandungan unsur hara sebagai acuan kebutuhan wajib tumbuhan, dengan jumlah kandungan zat-zat mineral yang dibutuhkan oleh tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang. Misalnya, takaran pemupukan, campuran obat-obatan pertanian dan seterusnya. Sehingga, kandungan unsur hara tanaman yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman agar tumbuh optimal.

Sebaliknya, jika petani salah dalam perlakuan pemeliharaan, akan terjadi kekurangan unsur hara yang dapat menyebabkan berbagai masalah pada tanaman, seperti: pertumbuhan tanaman terhambat, daun menguning atau berubah warna, buah kecil dan mudah rontok, tanaman menjadi rentan terhadap penyakit dan sebagainya.

Selain itu, ketersediaan unsur hara yang cukup akan membantu tanaman tumbuh sehat, berproduksi optimal, dan menghasilkan kualitas panen yang maksimal.

 

Kebutuhan Tumbuh Tanaman dari Mengetahui Unsur Hara

Untuk mengetahui kandungan unsur hara pada tanah dalam media tanam, petani dapat melakukan analisis laboratorium pengalaman mereka sendiri. Analisis ini akan memberikan informasi mengenai kadar masing-masing unsur hara, sehingga petani dapat menentukan jenis dan dosis pupuk yang tepat untuk diaplikasikan.

  1. Kekurangan Nitrogen (N): Daun menguning (klorosis), terutama pada daun tua, pertumbuhan lambat, batang pendek, dan daun kecil. Biasanya petani memberikan pupuk kompos sisa-sisa tumbuhan yang kering dan kotoran hewan terutama kotoran sapi.
  2. Kekurangan Kalium (K): Bercak merah kecoklatan pada daun, daun mengering, buah tidak maksimal, dan kualitasnya menurun. Biasanya menanggulanginya dengan penyemprotan dari rendaman daun tumbuhan yang berwarna hijau pekat dan ditambah dengan rendaman sabut kelapa dengan ditambah air kelapa.
  3. Kekurangan Fosfor (P): Daun tua menggulung, warna daun ungu kehitaman, pertumbuhan terhambat, dan buah kecil. Biasanya petani memberikan gilingan bata merah serta abu tumbuhan.
  4. Kekurangan Besi (Fe): Daun muda menguning, klorosis. Biasanya petani memberikan leburan gamping atau abu batuan kapur
  5. Kekurangan Seng (Zn): Daun baru kecil, klorosis, daun berwarna perunggu atau berbintik-bintik. Biasanya para petani memberikan sedikit garam dapur dalam rendaman yang akan disemprotkan.

 

Proses Petani Dapat Melihat Media Tanam yang Layak

Unsur hara tersedia secara alami di dalam tanah, namun ketersediaannya mungkin tidak selalu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tanaman, tergantung kepada unsur dominan dalam beberapa wilayah. Hal ini juga berpengaruh kepada jenis tanaman yang akan ditanam dalam suatu daerah.

Sehingga petani seringkali menggunakan pupuk untuk menambah kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pupuk dapat berasal dari bahan organik, seperti kompos atau pupuk kandang, maupun dari bahan mineral seperti pupuk NPK lengkap dari berbagai jenis batu yang dibakar.

Selain itu, petani harus mengetahui tingkat kegemburan media tanam, sebelum benih ditaburkan atau dipanjakan. Sehingga petani menambah abu bakar, gamping, kotoran hewan dan seterusnya supaya tanaman tumbuh dengan baik.

Pemilihan kandungan batu yang dimasak untuk pupuk, juga melihat dari kandungan mineral yang dapat dilihat dari struktur serta warna bebatuan.misalnya, kebutuhan kadar Seng serta Tembaga, maka mengambil bebatuan yang berwarna hijau. Selain itu juga mengolah kandungan mineral dalam batu dari berbagai warna bebatuan sekitar.

 

Siklus Perekonomian Petani; Akal Ukil Okol

Profesi menjadi petani, dapat dikatakan susah-susah gampang atau gampang-gampang susah. Karena ditentukan akal ukil dan okol;

Akal, maksudnya petani harus berfikir management waktu agar dapat panen dengan waktu ditargetkan dengan maksimal. Misalnya, waktu pembajakan, pemupukan, penyiangan tanaman dan seterusnya.

Ukil, maksudnya petani juga membutuhkan pembiayaan selama bercocok tanam. Sehingga perlu mengatur terobosan solusi segala kebutuhan obat-obatan, perpupukan, agar dapat tercukupi dengan buatan sendiri atau kelompok. Misalnya, menjual daunnya untuk dapat membeli pupuk dan bertahan sampai berbuah, memelihara hewan untuk kebutuhan pupuk tanaman dan seterusnya.

Okol, maksudnya juga harus mengeluarkan tenaga untuk perawatan. Dapat juga memakai tenaga orang lain atau dilakukan sendiri agar tanaman terawat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengelolaan Perpustakaan; Frekuensi Harapan TBM Leshutama untuk Kelestarian Lingkungan

Kembali Trustusan di Instansi Pemerintahan