Penyamaran Profesi Petani; Antara Ilmuan Terpaksa dan Keterpaksaan Jadi Ilmuan
By.MukhosisAbdul
Dalam
perkembangan tumbuh-kembangnya tumbuhan, dibutuhkan makanan untuk proses
tumbuh, diantaranya zat-zat dalam tanah atau unsur hara. Perihal ini adalah
makanan keseharian petani dalam mencermati kebutuhan tumbuhnya tanaman tanpa
harus di bangku perkuliahan.
Selain itu,
petani juga dipaksa tahu tentang kandungan unsur hara sebagai acuan kebutuhan
wajib tumbuhan, dengan jumlah kandungan zat-zat mineral yang dibutuhkan oleh
tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang. Misalnya, takaran pemupukan, campuran
obat-obatan pertanian dan seterusnya. Sehingga, kandungan unsur hara tanaman yang
cukup sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman agar tumbuh
optimal.
Sebaliknya, jika
petani salah dalam perlakuan pemeliharaan, akan terjadi kekurangan unsur hara yang
dapat menyebabkan berbagai masalah pada tanaman, seperti: pertumbuhan tanaman
terhambat, daun menguning atau berubah warna, buah kecil dan mudah rontok, tanaman
menjadi rentan terhadap penyakit dan sebagainya.
Selain itu,
ketersediaan unsur hara yang cukup akan membantu tanaman tumbuh sehat,
berproduksi optimal, dan menghasilkan kualitas panen yang maksimal.
Kebutuhan Tumbuh
Tanaman dari Mengetahui Unsur Hara
Untuk
mengetahui kandungan unsur hara pada tanah dalam media tanam, petani dapat melakukan
analisis laboratorium pengalaman mereka sendiri. Analisis ini akan memberikan
informasi mengenai kadar masing-masing unsur hara, sehingga petani dapat
menentukan jenis dan dosis pupuk yang tepat untuk diaplikasikan.
- Kekurangan
Nitrogen (N): Daun
menguning (klorosis), terutama pada daun tua, pertumbuhan lambat, batang
pendek, dan daun kecil. Biasanya petani memberikan pupuk kompos
sisa-sisa tumbuhan yang kering dan kotoran hewan terutama kotoran sapi.
- Kekurangan Kalium
(K): Bercak merah kecoklatan pada daun, daun
mengering, buah tidak maksimal, dan kualitasnya menurun. Biasanya
menanggulanginya dengan penyemprotan dari rendaman daun tumbuhan yang
berwarna hijau pekat dan ditambah dengan rendaman sabut kelapa dengan
ditambah air kelapa.
- Kekurangan Fosfor
(P): Daun tua menggulung, warna daun ungu
kehitaman, pertumbuhan terhambat, dan buah kecil. Biasanya petani
memberikan gilingan bata merah serta abu tumbuhan.
- Kekurangan Besi
(Fe): Daun muda menguning, klorosis. Biasanya
petani memberikan leburan gamping atau abu batuan kapur
- Kekurangan Seng
(Zn): Daun baru kecil, klorosis, daun berwarna
perunggu atau berbintik-bintik. Biasanya para petani memberikan
sedikit garam dapur dalam rendaman yang akan disemprotkan.
Proses Petani
Dapat Melihat Media Tanam yang Layak
Unsur hara
tersedia secara alami di dalam tanah, namun ketersediaannya mungkin tidak
selalu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tanaman, tergantung kepada unsur
dominan dalam beberapa wilayah. Hal ini juga berpengaruh kepada jenis tanaman
yang akan ditanam dalam suatu daerah.
Sehingga petani
seringkali menggunakan pupuk untuk menambah kandungan unsur hara yang
dibutuhkan tanaman. Pupuk dapat berasal dari bahan organik, seperti kompos atau
pupuk kandang, maupun dari bahan mineral seperti pupuk NPK lengkap dari
berbagai jenis batu yang dibakar.
Selain itu,
petani harus mengetahui tingkat kegemburan media tanam, sebelum benih
ditaburkan atau dipanjakan. Sehingga petani menambah abu bakar, gamping,
kotoran hewan dan seterusnya supaya tanaman tumbuh dengan baik.
Pemilihan kandungan
batu yang dimasak untuk pupuk, juga melihat dari kandungan mineral yang dapat
dilihat dari struktur serta warna bebatuan.misalnya, kebutuhan kadar Seng serta
Tembaga, maka mengambil bebatuan yang berwarna hijau. Selain itu juga mengolah
kandungan mineral dalam batu dari berbagai warna bebatuan sekitar.
Siklus Perekonomian
Petani; Akal Ukil Okol
Profesi menjadi
petani, dapat dikatakan susah-susah gampang atau gampang-gampang susah. Karena ditentukan
akal ukil dan okol;
Akal, maksudnya
petani harus berfikir management waktu agar dapat panen dengan waktu ditargetkan
dengan maksimal. Misalnya, waktu pembajakan, pemupukan, penyiangan tanaman dan
seterusnya.
Ukil, maksudnya
petani juga membutuhkan pembiayaan selama bercocok tanam. Sehingga perlu
mengatur terobosan solusi segala kebutuhan obat-obatan, perpupukan, agar dapat
tercukupi dengan buatan sendiri atau kelompok. Misalnya, menjual daunnya untuk
dapat membeli pupuk dan bertahan sampai berbuah, memelihara hewan untuk
kebutuhan pupuk tanaman dan seterusnya.
Okol, maksudnya
juga harus mengeluarkan tenaga untuk perawatan. Dapat juga memakai tenaga orang
lain atau dilakukan sendiri agar tanaman terawat.

Komentar
Posting Komentar