Mengulik Ketahanan Eksistensi Pegiat Literasi di Tulungagung

 


Oleh: MukhosisAbdul

 

Pada momen Pengukuhan bunda literasi kecamatan se-Kabupaten Tulungagung pada Rabu 18 Desember 2024 yang bertema, "Sosialisasi budaya baca dan literasi pada satuan pendidikan dasar dan pendidikan khusus serta masyarakat tahun 2024", menemukan banyal hal terkait eksistensi literasi yang berada di Tulungagung.

Dalam kesempatan tersebut penulis sempat berbincang kepada sesama pegiat literasi tentang keluh kesah proses yang dihadapi dalam eksistensi literasinya, baik yang konsentrasi dalam taman bacaan masyarakat (TBM), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), maupun Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) merupakan lembaga yang konsentrasi dalam ranah kegiatan literasi.

Kota Tulungagung setidaknya terdapat 34 lembaga Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang terdaftar dalam data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung serta belasan PKBM dan sisanya adalah yang tergabung dalam GPMB dengan notabene masyarakat dari kalangan tenaga pendidik, pegawai dan seterusnya.

Sementara perihal yang paling banyak yang dikeluhkan rata-rata pegiat yang kami temui adalah mengenai pergulatan management perpustakaan dengan aktivitas pribadi masing-masing pegiat. Diantaranya membagi waktu aktifitas literasi dengan keluarga, aktifitas literasi dengan tugas lembaga, aktifitas literasi dengan fasilitas yang dijalankan, kendala SDM, dan seterusnya.

Sehingga dari adanya pergulatan literasi, pegiat literasi yang aktif hanya tersisa beberapa saja di Kabupaten Tulungagung, sekitar sepuluhan lembaga yang mandiri dari sekitar 50 lembaga pegiat literasi yang berada di Tulungagung.

 


Asupan Stimulus Pegiat Literasi

Dalam acara pengukuhan ini, juga disampaikan beberapa materi yang disampaikan oleh pengurus pusat GPMB, Bunda Rahayuningtyas memberikan semangat kepada pelaku literasi terutama yang baru saja terdaulat menjadi Bunda Literasi mewakili kecamatan-kecamatan di Kabupaten Tulungagung.

Bunda Ning, memberikan materi tentang pola-pola menumbuhkan generasi cerdas dan gemar membaca dengan menguatkan minat baca dengan berbagai kesempatan, setidaknya meluangkan waktu aktivitas untuk literasi yakni membaca dan menulis, merancang dan melaksanakan aktifitas lapangan, menerapkan ide awal membangun budaya baca dan lain sebagainya. Bunda Ning, juga memberikan stimulus yakni fasilitas penerbitan buku, kunjungan perpustakaan di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar. Sehingga setidaknya akan memberi dampak jaringan terhadap para pegiat literasi terfasilitasi.

 

Kerangka Pemasyarakatan

Pegiat literasi di Kabupaten Tulungagung perlu membangun amunisi untuk mempertahankan arah gerakannya menjadi contoh bagi mereka yang menjadi penerima dampak dari aktifitas literasinya. Jika perihal tersebut terlalu sulit, maka setidaknya menjadi virus literasi untuk kalangan masyarakat sekitarnya.

Pada dasarnya pergulatan literasi tidak hanya sekedar mau membaca ataupun menulis, tetapi juga kemampuan mengolah informasi atau pengetahuan untuk kecakapan hidup. Selain itu literasi juga meliputi kemampuan berbicara, menghitung, memecahkan masalah, dan berpikir kritis.

Dalam kontek pemasyarakatan, literasi memiliki banyak aplikasi; diantaranya terkait baca dan tulis, literasi sains, digital, finansial, numerasi dan literasi budaya. Seiring perkembangan masa tentu literasi memiliki karakter tersendiri antar pegiat literasi, misalnya gerakan terfokus terhadap lingkungan seperti halnya TBM Leshutama Tulungagung yang aktif dalam konservasi sumber mata air dan kajian kepemudaan. Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi setiap pegiat literasi untuk pemunculan karakter TBM-nya, PKBM dan GPMB misalnya terfokus kepada pembelajaran siswa, usaha wiraswasta dan lain sebagainya yang berkaitan tentang transformasi pengetahuan.Tidak terlepas kerangka aktifitas literasi, bagi pelaku literasi sangat diperlukan mendokumentasikan kegiatan literasi pada setiap aktifitas lembaga masing-masing sebagai wujud eksistensi gerakan literasi di lokal Tulungagung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengelolaan Perpustakaan; Frekuensi Harapan TBM Leshutama untuk Kelestarian Lingkungan

Penyamaran Profesi Petani; Antara Ilmuan Terpaksa dan Keterpaksaan Jadi Ilmuan

Kembali Trustusan di Instansi Pemerintahan