Mengatur mood membaca dan belajar disela-sela aktifitas sehari-hari
By. MukhosisAbdul
Seringkali membaca menjadi kendala bagi siapapun untuk menemukan referensi dalam menyampaikan materi. Terlebih jika memiliki aktivitas pengajar atau guru dalam sebuah lembaga. Sehingga jika penyampaian materi pelajaran kurang membaca, tentu materi yang disampaikan akan menemukan titik kejenuhan dan hambar
Penguasaan materi seorang narasumber tentu harus lebih dari siapa yang akan menerima materi. Setidaknya minimal tiga kali lebih bagus dari penguasaan dan pengembangan materi dari audiens tersebut.
Beberapa catatan yang berhubungan dengan penguasaan materi juga tidak terlepas dari seberapa jauh seseorang memiliki kemampuan membaca dan berlatih, sesuai bidang masing-masing. Namun, bagi beberapa orang yang terlalu sibuk dengan membaca materi yang disiapkan, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar tidak terjadi ketinggalan informasi.
Minimal, ketika sulit memahami pengetahuan bacaan, setidaknya memiliki kunci penambah semangat pengetahuan. Diantaranya adalah;
1. Menentukan teman ngobrol sesuai kapasitas, sisipkan bahasan ketika nyangkruk dengan teman dan menentukan poin-poinnya.
2. Sering menambah teman ngobrol untuk sekedar santai dan tertawa bersama dengan beberapa referensi terkait bahasan (tidak harus berbahasa intelek atau ilmiah).
3. Jagalah frekuensi pembicaraan agar tetap hangat.
4. Tetap semangat ujicoba dan menemukan orang-orang yang pakar dibidangnya, jika kesulitan membaca.
5. Bandingkan hasil bacaanmu dengan pengalaman pengalaman lapangan seseorang yang pernah mengalaminya.
Tidak setiap orang memiliki pemahaman baik dalam hal membaca untuk memperoleh pengetahuan. Setidaknya ada perihal solusi dalam berbagai langkah usaha, yakni semuanya bertujuan untuk memperoleh pengetahuan. Sehingga ketika mood membaca hilang atau kurang semangat, maka lakukan perihal berbeda yakni untuk mengunjungi tempat kajian sekedar menambah inspirasi.
Komentar
Posting Komentar