Menilik yang Seharusnya Tidak Perlu Ditilik



Moments silaturahim di madrasah MI Miftahul Huda Pakisaji sekaligus menikmati sajian cangkruk masa depan yang tidak pernah padam.

Pakisaji, 12 Juni 2024

 

By.MukhosisAbdul

 

Mungkin catatan ini tidak begitu penting. Akan tetapi sebagai pencatat yang baik, setidaknya memberikan catatan kesan ataupun pesan selama dalam acara pentas seni siswa dalam rangkaian purnasiswa yang diadakan oleh madrasah MI Miftahul Huda Pakisaji.

Lembaga sekolah MI Miftahul Huda Pakisaji telah melakukan pelepasan siswa-siswinya untuk jenjang berikutnya. Istilah umumnya wisuda Purnasiswa, yaitu sebuah rangkaian acara dimana siswa diberikan tanda kelulusan oleh pihak sekolah atau madrasah. Syukur Alhamdulillah, selalu diucapkan bagi mereka yang telah menyelesaikan tugas belajarnya selama 6 tahun di madrasah. Pada lulusan tahun pelajaran 2023/2024 ini diharapkan mampu melanjutkan proses belajar untuk meraih cita-cita yang ingin dicapai.

Nah, dalam kesempatan ini MI Miftahul Huda Pakisaji juga mengapresiasi tampilan dari para adik tingkat untuk memeriahkan acara kakak tingkatnya usai proses di sekolah selama 6 tahun (kelas 1 s/d kelas 6). Dengan riang gembira mereka tampil mewakili kelas masing-masing dan senang dapat tampil dipanggung serta didokumentasikan pada channel Youtube madrasah.

Target dalam kegiatan ini menurut kepala Madrasah, Pak Suprianto, S.Sos diantaranya adalah bertujuan  mensosialisasikan program madrasah kepada wali siswa dan masyarakat sekitar madrasah. Dalam kesempatan ini juga mengapresiasi kepada Walisiswa yang berkeinginan menyumbangkan kreasinya di panggung.

Melihat dari rundown acara, dimulai pukul 19.00 sampai dengan 23.15 WIB. Terdaftar sekitar 30an tampilan; mulai pembukaan dengan grup sholawat emak-emak walisiswa, tampilan anak-anak hingga karaoke dari emaknya siswa sebagai penutup acara.

 

Wisuda Purnasiswa MI Miftahul Huda Pakisaji

Nah, alasan kenapa saya harus menilik di acara ini?

Keberadaanku hanyalah pengantar siswa-siswi saya di SMK-NU Raden Abdul Halim Kalidawir. Karena juga bagian dari tim, yakni bagian video shooting acara tersebut. Nah, maksudku paham kan?

Sehingga sambil mendampingi anak-anak SMK, sekaligus silaturahmi dengan kepala madrasah yang dulu pernah satu lembaga ketika menjadi tim hore guru pendamping dari tahun 2014 hingga tahun 2022. Mungkin serasa reoni kira-kira.

Di madrasah ini waktu tujuh tahun tahun tidak terasa. Karena segala hal fasilitas pembelajaran di madrasah serta fasilitas penunjang juga tercukupi. Diantaranya;

1.    laboratorium computer yang muat 30 unit

2.    Kamar mandi dan Toilet yang mencukupi (13 ruang) untuk 200 siswa

3.    Perpustakaan setidaknya 2.500 buku untuk siswa

4.    Laboratorium IPA dan Matematika

5.    Taman berkebun dan belajar

6.    Berbagai ekstrakulikuler (kaligrafi, qiro’ah, drumband, pramuka, tahfidz dst.)

7.    Ruang Ibadah (Mushola) yang muat 200an siswa

8.    Ruang guru yang kondusif dengan ruang administrasi lainnya

9.   Wahana olahraga (tenis meja, badminton, kasti, lompat jauh dst) dan dekat dengan wahana kolam renang dan berdampingan dengan GOR badminton

10.  Nuansa kekeluargaan dari antar guru yang sumringah dst.

Kebetahan inilah yang membuatku bertahan sampai tujuh tahun tidak terasa, seakan masih seminggu mengajar di madrasah ini. Belum lagi kegiatan-kegiatan madrasah seperti pentas seni, takbir keliling, jalan sehat (internal madrasah), outbond, dan seterusnya, membuat kreatifitas duniaku tidak dapat berhenti.

Kini, saya harus bergeser untuk focus megurus anak-anak santri di pesantren Raden Abdul Halim Kalidawir. Alhasil, setiap kegiatan atau lewat di madrasah MI Miftahul Huda Pakisaji, ingin sekali sekedar mampir sejenak, sebatas menyapa, guyon dan ngrusuhi kancane.


Komentar

  1. Terima kasih Pak Khosis. Tim publikasinya luar biasa. Semoga pedantren dan SMK yang dirintis semakin berkembang maju...👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengelolaan Perpustakaan; Frekuensi Harapan TBM Leshutama untuk Kelestarian Lingkungan

Penyamaran Profesi Petani; Antara Ilmuan Terpaksa dan Keterpaksaan Jadi Ilmuan

Kembali Trustusan di Instansi Pemerintahan