Santri dan Kedaulatan Padi Sehat
“Upaya santri
mewujudkan padi sehat sampai skala 5 hektar lebih dengan perlakuan organik,
mudah perlakuan tanamnya dan tentu menghasilkan padi yang sehat; tidak mudah
basi, lebih pulen, serta kelebihan lainnya termasuk perihal Kesehatan”.
Oleh: MukhosisAbdul
Konsintensi
melakukan tanam padi secara organik, merupakan perjalanan gila pada zaman semodern
sekarang ini. Banyak dari petani yang enggan menanam padi dengan pola organik. Mereka
beranggapan bahwa menanam padi dengan perlakuan organik adalah ribet. Selain beralasan
ribet, juga kurang telaten, menghabiskan banyak tenaga, panen tidak maksimal,
serta puluhan alasan lain yang mendukung gagalnya ujicoba menanam padi secara
sehat.
Menanam
padi secara organik menurut pengalaman kami selama ini, merupakan proses yang
biasa dilakukan dalam menanam padi pada umumnya, yakni pola proses menanam
sama, pemupukan dan penyemprotan hama juga sama, waktu panen pun juga pada umur
padi yang sama. Akan tetapi perihal yang diberikan kepada tanaman adalah
racikan lokal yang setiap orang dapat melakukan secara gratis dan lebih
cenderung lebih hemat dengan memanfaatkan limbah dapur. Diantaranya; air leri
(air cucian beras) dan kulit bawang.
Dalam
aplikasi untuk kebutuhan pupuk tanam padi organik, pengalaman kami hanya
membutuhkan air leri 30-liter untuk luas lahan 100 ru atau setara dengan dua galon
air mineral. Selebihnya adalah tenaga semprot untuk pemberian pupuk seperti
pemberian pupuk padi secara kimia dan pupuk urea. Hal ini justru membuat akar dan
batang padi lebih kuat, sehingga tanaman padi tidak mudah roboh malai lebih
panjang.
Perjalanan
santri dalam mewujudkan kedaulatan pangan dengan menanam padi, menurutku dapat
diakui berhasil dan sukses. Tentu kesuksesan ini dapat dinikmati masyarakat
sekitar dan pengelola juga menikmati keberkahan hasilnya. Diantaranya adalah
jumlah panen meningkat, biaya benih dan pupuk gratis, hasil beras mewujudkan
nasi yang pulen, tidak mudah basi, dan batang padi (jerami) lebih diminati hewan
ternak rojokoyo.
Pola
Penerapan Dan Penyuluhan Perlakuan Organik
Pendampingan
penerapan pola tanam terhadap petani terutama petani organik yang masih awam,
tentu intensifitas waktu yang lebih untuk mendampingi petani. Hal ini sangat
perlu karena selain para petani belum mengetahui cara tanam organik juga
kemungkinan besar petani masih belum yakin terhadap perkembangan dengan perlakuan
pemupukan seadanya.
Dalam
penyuluhan terhadap petani, kami melakukan pertemuan sebulan sekali dengan petani organik (anggota) dengan cangkruk biasa
seperti halnya cangkruk ala santri. Yakni ngopi, ngobrol gayeng dan pulang
tanpa bersamaan. Selain ngobrol “ngalor-ngidul” urusan pertanian, juga
ada pembahasan baru tentang peluang pasar dari sektor pertanian yang siap
dibeli oleh pesantren. Sehingga hal inilah yang membuat para petani kerasan
cangkruknya lebih lama hingga pulang bersamaan pada pukul 23an sesuai Tingkat keseriusan
bahasan.
Dalam
pertemuan tersebut akan memunculkan kontrak hasil panen yang siap ditampung
oleh pesantren untuk disalurkan kepada pasar induk Jakarta dan pasar induk
masing-masing propinsi. Hal ini tentu akan menjadi semangat untuk terus
berkembang di sektor pertanian dan petani tidak kebingungan untuk penjualan
hasil panen.
Fasilitas
Petani Padi Sehat Pesantren
Dalam
perlakuan tani padi secara organik memiliki banyak aktivitas yang dapat
difasilitasi oleh pesantren dalam mengembangkan pertanian, diantaranya;
ü penyemprotan gratis untuk hama dan pemupukan. Hal ini setiap
anggota diberikan tenaga penyemprotan gratis dengan fasilitas drone pertanian serta
pupuk dan obat-obatan pertanian herbal yang diberikan pesantren secara cuma-cuma.
ü Benih padi diberikan secara gratis.
ü Hasil panen diserahkan sepenuhnya kepada petani. Jika petani Sulit
untuk mendapatkan pasar, maka pesantren siap mengambil hasil panen membelinya.
ü Petani hanya menyediakan lahan pertanian, pembajakan dan tenaga
menanam sekaligus kontrol perkembangan tanaman.
Adapun
keuntungan bagi petani organik pesantren diantaranya;
1) Penyuluhan berkala secara gratis dari tim pesantren,
2) Tidak kebingungan untuk biaya pemupukan dan benih,
3) Hasil panen memuaskan dan tidak kalah dengan padi yang diolah
dengan pupuk urea serta obat pertanian dari Perusahaan atau toko pertanian,
4) Pengetahuan dan pengalaman petani terus berkembang dan dapat
mengikuti perkembangan zaman.
5) Tidak terombang-ambing harga panen yang tidak menentu, karena
pesantren memiliki pasar induk tingkat nasional bahkan terobosan pasar eksport
6) Petani 90% untung, hanya saja faktor alam penyebab gagal panen.
Membaca
Peluang Petani Jangka Panjang
Kesejahteraan
petani adalah prioritas utama bagi pertanian pesantren dalam pengambangan dalam
sektor pertanian. Selain padi, juga merambah kepada tanaman palawija atau
tanaman holtikultura seperti halnya bawang merah, melon, labu, terung, kacang
panjang dan lain sebagainya. Dari semua sektor pertanian yang terlaksana, merupakan
wujud kontrak pesantren kepada pembeli tentang hasil pertanian. Sehingga petani
tinggal memilih minat tanaman yang akan ditanamnya dan melakukan pendataan
kemampuan produksi panen. Selebihnya, ketika hasil pertanian terjadi kekurangan
kuota pengiriman, pesantren selalu menutup kekurangan produksi tersebut.
Adapun
hasil yang diperoleh dari pihak pesantren adalah jaringan pasar yang terus
berkembang sehingga dapat membantu petani dalam mencarikan terobosan peluang
pasar hasil pertanian dan membantu menstabilkan harga hasil pertanian yang selama
ini dominan tidak menentu.
Harapan
panjang pesantren Raden Abdul Halim Tulungagung, adalah mampu mewujudkan
kesejahteraan petani dan membantu pendidikan anak secara gratis, terutama
anak-anak petani kepada jenjang pendidikan yang lebih layak serta pembekalan
santri dalam berbagai bidang peminatan.

Mantapp, pondoknya banyak melakukan inovasi
BalasHapus