Cangkruk Paket Komplit; Dibalik Hitam Pahitnya Kopi Dapur
“Catatan menjadi teman Ngopi di rumah; Sebuah kebahagiaan tersendiri,
dapat menikmati seduhan kopi dengan banyak saudara per-ngopian. Memiliki banyak
tema perbincangan pergerakan program yang tidak pernah padam, yakni
perbincangan untuk dieksekusi, bukan hanya sekedar angan-angan ataupun ide dan
apalagi ghibah.
Oleh: MukhosisAbdul
Di sela-sela
kesibukan menemani belajar para santri dan ngaji, ada kesibukan tersendiri untukku
di dapur. Selain menjadi gank atau preman dapur, juga sekaligus teman sekedar
ngobrol santai dengan para siapapun yang datang ke pesantren, termasuk para
suhu maupun sesepuh untuk merencanakan hal positif pergerakan pengembangan kemaslahatan.
Nah, dari sini tugasku
adalah selalu tampil stand-up komedi sambil meracik kopi untuk para tamu yang
nongkrong di dapur pesantren. Karena bagiku tempat yang tepat untuk terima tamu
adalah di dapur pesantren. Disamping alasan tempatnya nyaman, tidak ada
lalu-lalang aktifitas pesantren juga memudahkanku untuk membuat kopi kepada
para tamu.
Perihal
cangkruk ini kami lakukan setiap malam bak pedagang kopi plus, karena selain
membuatkan kopinya, juga sekaligus pelayanan ngobrol santai berbagai kabar dan
bahkan sekaligus laporan pembukuannya. Pola-pola pembicaraan dan tindak lanjut terus
kami lakukan sehingga bersambung dari hari ke hari agar bahasan tetap hangat
dan menarik untuk diperbincangkan.
Adapun perbincangan
pergerakan hari-hari ini terfokus kepada melakukan penataan pertanian secara
keseluruhan, sesuai aktivitas mayoritas masyarakat sekitar pesantren dan para
pengurus pesantren yang juga mayoritas beraktivitas sebagai petani. Yakni,
pembuatan bibit, bank benih, Gudang, jadwal drone semprot pertanian, dan lain
sebagainya. Jika perihal cangkruk tidak kunjung sempurna, maka langkah
selanjutnya adalah ditindaklanjuti kopdar dengan mendatangkan narasumber yang
dirasa dapat memberikan inspirasi jalan solusi. Alhasil, perkembangannya
terus berlanjut hingga gol, sampai kepada tindak lanjut eksekusi di lahan
masing-masing sesuai plan bersama.
Spesial Paket Komplit
Kami
menamakannya dengan paket komplit dikarenakan setiap yang nongkrong adalah tamu
yang siap menerima perihal baru, serta personal tamu juga menjadi narasumber
sekaligus. Setidaknya minimal ada 4 orang hingga 15 orang setiap malam secara bergantian,
selain dari para asatidz yang cangkruk setelah selesai mengajar.
Dalam tema-tema
ngobrol tentu bergantian sesuai dengan progres yang akan dieksekusi dalam
pengembangan. Seperti halnya dunia usaha, pertanian, pendidikan dan latihan,
multimedia, peternakan dan seterusnya.
Tidak terlupakan
menu kopi, teh dan jajanan camilan seadanya menemani setiap cangkruk sampai
pukul 00 WIB setiap hari. Setidaknya ada konsistensi berbincangan yang selalu
update agar tetap hangat. Secara pribadi saya, tidak perlu banyak keluar rumah
untuk mencari tempat kopi inspiratif, cukup membuatkan kopi di rumah dan tamu
adalah narasumbernya.
Pola Eksekusi
Hasil Ngopi
Setiap bahasan
cangkruk akan terbahas sesuai dengan konsentrasi bidangnya masing-masing.
Selanjutnya akan kami tampung untuk melakukan pergerakan yang sekiranya dapat
diselesaikan secara kapasitas. Beberapa yang belum mampu dilakukan dengan
segera, maka eksekusi akan disimpan sampai kepada bahasan tersebut siap dalam
melakukan pergerakan.
Dalam
mewujudkan ide kemaslahatan, akan diaplikasikan pada tingkat eksekusi. Yakni
secara kelompok ataupun personal sesuai kebutuhan dilihat dari tingkat keseriusan
seputaran kebutuhan masyarakat sekitar.
Pada malam hari
ini, kami berbincang mengenai pola-pola upaya mempermudah para petani dalam
aktifitas penyemprotan pupuk dan hama tanaman. Sehingga perihal (perlakuan
tanaman) ini menjadikan pola untuk pemecahan solusi bersama dari permasalahan
beratnya membawa tank sprayer untuk menjadi ringan.
Solusi dari
cangkruk, bersepakat berupaya untuk menemukan jalan tentang kebutuhan pentingnya
drone sprayer pertanian. Kemudian mencarikan jalan terobosan termasuk
permodalan untuk membeli drone sprayer pertanian yang harganya ratusan juta. Meski
dengan harga mahal, tetapi hal ini merupakan kebutuhan era tani professional dan
pola pengembangan yang harus dimiliki bagi petani.
Ada beberapa Upaya
untuk memiliki drone sprayer pertanian. Pertama adalah sewa yang tentu hasil
kalkulasinya juga mengahabiskan banyak biaya. Kedua, sewa-beli dari perusahaan
yang nantinya dapat ditukar jika ada produk yang keluaran terbaru. Ketiga,
beli-putus tentu banyak resiko mulai biaya servis hingga perjalanan tenaga
servisnya. Sehingga para petani memilih untuk mengambil program sewa-beli agar
sewaktu-waktu ada kerusakan dapat ditukar alatnya.
Secara permodalan,
juga perlu diperbincangkan sampai kepada modal awal dan biaya operasionalnya di
lapangan. Alhasil, hari ini 14 Mei 2024 yang bertugas kerjasama langsung
dengan perusahaan pengadaan drone sprayer pertanian, berangkat menuju Jakarta untuk
Kerjasama pertanian tentang sprayer pertanian.


Obrolan semakin gayeng kalau ditemani kopi, mantap
BalasHapus