Efek Turunan Bahaya Mikroplastik

 


Oleh: MukhosisAbdul

 

Kemasan plastik atau wadah makanan plastik yang kita pakai sehari-hari, memang sulit untuk kita hindari dalam aktifitas sehari-hari. Selain mudah dan hanya sekali pakai juga merupakan produk kemasan terbanyak terbuat dari plastik. sehingga berujung kepada membludaknya sampah yang menyecer dimana-mana bahkan di hutan sekalipun.

Terhitung sadar atau tidak sadar dalam aktifitas keseharian, masyarakat Indonesia masih sulit untuk menaruh sampah pada tempatnya. Seperti halnya masih banyak ditemukan berceceran sampah yang terbuang di selokan, pinggiran jalan, tempat umum bahkan lembaga pendidikan sekalipun. Seakan hal ini menjadi mustahil jika masyarakat kita dapat menaruh sampah pada tempatnya.

Saya (penulis) hampir berkesimpulan mustahil dalam logika untuk menginginkan hidup kita terbebas dari sampah plastik dan disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan dari bercecernya sampah plastik. Karena bersosialisasi peduli lingkungan sudah dianggap orang aneh dalam bermasyarakat. Alhasil, hidup dengan peduli lingkungan sudah dianggap elien apalagi bersosialisasi bahaya mikroplastik. Hal ini jelas dianggap gila oleh berbagai kalangan dan bersiap-siap hidup penuh dengan tekanan cemoohan.

 

Pengalaman Bergiat bareng bersama aktifis lingkungan

Setidaknya sudah sekitar 15 tahun saya (penulis) ikut serta dalam kepedulian lingkungan. Tercatat sejak tahun 2009 hingga tahun 2024 dengan berbagai apresiasi, mulai pemuda pelopor lingkungan tingkat kabupaten hingga terakhir tingkat nasional pada tahun 2017. Namun, keberhasilan ini masih terhitung 25 persen dari target. Yakni menjadikan semua elemen masyarakat untuk ikut serta peduli terhadap kelestarian lingkungan terutama meminimalisir penggunaan plastik kemasan yang berlebihan dan pengalihan aktifitas konsumsi masyarakat dengan organik.

Selama perjalanan ikut nimbrung dalam dunia kepedulian lingkungan, pribadiku menyimpulkan bahwa realitas masyarakat kita tidak terlepas dengan bungkus kemasan serta telah membanjiri berbagai sudut tanpa celah sehingga sampah plastik telah menguasai dan menjadi bagian dari struktur tanah secara masif.

sampah-sampah plastik itu akan ikut terseret angin dan masuk ke selokan dan ditambah 20 persen masyarakat kita masih membuang sampah pada selokan. sehingga sampah dari selokan akan bermuara di sungai dan menjadikan tumpukan sampah semakin menebal. pada akhirnya sampah dari sungai akan terkumpul di tepian pantai yang menjadikan lingkungan semakin rusak dan membuat satwa air mengalami keracunan.

 

Kajian Bahaya Mikroplastik bersama komunitas GusDur-ian Tulungagung

Kadar Mikroplastik Sungai Kita

Beberapa bulan terakhir kami sempat cangkruk bareng dengan berbagai aktifis yang konsentrasi kepada penelitian mikroplastik, yakni komunitas Ecoton di Surabaya. Hasil penelitiannya berkonsentrasi terhadap perkembangan kontaminasi air terhadap bahaya mikroplastik serta melakukan penelitian kadar mikroplastik sepanjang Sungai Berantas.

Dalam catatan penelitian Ecoton Faundation, bahwa Sungai berantas sudah tercemar hingga 60 hingga 75 persen lebih kadar mikroplastiknya dan tidak dapat dikonsumsi lagi bahkan beberapa daerah Sungai Berantas berkategoti kritis sehingga berbahaya dikonsumsi binatang ternak sekalipun. Dalam penelitiannya, Sungai berantas di Jawa Timur tercatat mengandung kontaminan mikroplastik sebanyak 636 partikel per-100 liter air.

Pada awal bulan April 2024, tim ecoton melakukan penelitian kadar mikroplastik di Sungai Kleben (anak Sungai Berantas) yang bertempat di Desa Tiudan Gondang Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian ini masih terhitung bagus karena dengan sumber mata air dan lereng perbukitan. Namun ketika mencoba melakukan peninjauan di Sungai kecil warga di daerah Kalidawir, hasil penelitian tersebut bahwa kadar air terlalu banyak mikroplastik. Hal ini disebabkan banyaknya aktifitas masyarakat yang membuang sisa rumah tangga kearah Sungai.

 

Sosialisasi tentang Bahaya Mikroplastik di Pon.Pes. Raden Abdul Halim Kalidawir
pada Ramadhan 1445 H/ 2024

Bahaya Mikroplastik bagi Manusia

Sampah plastik yang berusia lama, akan mengalami pelapukan serta terpotong dengan ukuran kecil hingga tidak nampak dilihat dan melihatnya harus menggunakan alat bantu berupa mikroskop. Pecahan plastik akan tercampur dalam air serta makanan yang mengakibatkan mikroplastik masuk dalam tubuh manusia bahkan masuk darah serta asi manusia.

Beberapa catatan media, terdapat media Australia yang mengabarkan tentang bahaya mikroplastik yang masuk dalam darah manusia dan mengganggu aliran peredaran darah. selain itu juga ditambah dengan maraknya penyakit usus dikarenakan bakteri serta terindikasi penyebabnya adalah terdapat mikroplastik dalam saluran pencernaan.



Diantara bahaya mikroplastik bagi Kesehatan adalah:

1.    Gangguan Metabolisme

Bahaya mikroplastik berpengaruh kepada kinerja sistem endokrin yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk metabolisme, fungsi seksual, nafsu makan, siklus tidur, tumbuh kembang, dan tekanan darah. Sistem endokrin yang terganggu juga membuat seseorang mengalami peningkatan bobot tubuh secara tiba-tiba.

2.    Gangguan hormon dalam tubuh

Beberapa ulasan bahwa mikroplastik juga berpengaruh terhadap kesuburan hormon seseorang jika ikut tertelan bersamaan makanan.

3.    Gangguan kerusakan saraf tubuh

Beberapa ulasan banyak yang menjelaskan bahwa mikroplastik dapat memicu pada kerusakan saraf tubuh diantaranya menyebabkan; alergi atau gatal-gatal, kanker, tumor, saraf pendengaran dan penglihatan dan lain sebagainya.

 

 

_________________

-       Hasil catatan berbagai kajian dengan teman-teman pegiat lingkungan “Ecoton” Surabaya terkait obrolan hasil perjalanan penelitian di berbagai Sungai yang tersambung pada Sungai Berantas Provinsi Jawa Timur.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengelolaan Perpustakaan; Frekuensi Harapan TBM Leshutama untuk Kelestarian Lingkungan

Penyamaran Profesi Petani; Antara Ilmuan Terpaksa dan Keterpaksaan Jadi Ilmuan

Kembali Trustusan di Instansi Pemerintahan