Membiasakan Menulis dari Perihal yang Paling Sederhana; Tips Menulis Pemula Menurut Dr. H. Muhsin Kalida

 




Catatan dari kegiatan belajar bareng tentang penulisan tingkat siswa dan santri oleh pakar physcowriting, Dr. Muhsin Kalida di pesantren Raden Abdul Halim Kalidawir Tulungagung pada hari Sabtu, 16 Desember 2023.

By.MukhosisAbdul


Menulis merupakan perihal sederhana sebagai alat untuk mengenalkan diri sendiri. Setiap penulis dapat menuangkan segala pikiran, emosi yang sebelumnya hanya tersimpan di dalam diri seorang dan cenderung terbuang tanpa memberikan efek manfaat kepada orang lain. Dengan menulis seseorang dapat menambah daya simpan memori otak serta bermanfaat bagi orang-orang yang membaca.

Seringkali perihal menulis menjadi kendala terutama bagi pemula untuk menuangkan catatan atau ide-ide yang tersimpan dalam otak serta mewujudkan narasi dalam tulisan. Bahkan seorang merasa menjadi beban ketika menyusun kata yang harus disampaikan dalam bentuk tulisan.

Dalam kegiatan menulis, kali ini saya menyampaikan hasil catatan belajar bareng tentang penulisan tingkat pelajar bersama pakar physcowriting, Bapak Dr. H. Muhsin Kalida, MA.,M.Ag atau lebih akrab disapa Kak Muhsin. Mengenai bagaimana memulai menulis yang menyenangkan berawal dari sesuatu yang sederhana serta dekat dengan aktifitas kesehariannya. Yakni mulai bagun tidur hingga akan tidur Kembali.

Belajar bareng tentang menulis terlaksana di Pesantren Raden Abdul Halim Kalidawir pada Sabtu, 16 Desember 2023 oleh Pengurus Daerah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (PD GPMB) Kabupaten Tulungagung dan diikuti oleh siswa sekolah di sekitaran kalidawir, juga merupakan kegiatan tindaklanjut pelatihan menulis Pelajar dan Remaja pada bulan Agustus 2023 dengan Narasumber Ibu Rahayuningtyas, S.Pd, M.M atau akrab disapa Bunda Ning, dari pengurus pusat Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB).

Adapun sekolah yang mengikuti kegiatan ini diantaranya; SMK-NU Raden Abdul Halim, MTs Aswaja Tunggangri, MA Al-Muslihun, MI Darul Ulum Salakkembang, MI Miftahul Ulum Pakisaji, MI Mambaul Hikam Ngubalan, SDI Al-Mubarok Jabon, SMK Islam Panca Hidayah, MI Panca Hidayah Tunggangri, MTs Al-Hidayah Ngunut, SD 1 Jepun Tulungagung, SMPN 3 Kalidawir, dan SMPN 1 Pakel Tulungagung.

Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan obrolan santai mengenai hasil karya peserta penulisan dan mengenai pemaparan evaluasi karya-karya tulisan dari peserta sampai pada pukul 10.00 WIB oleh Bunda Ning. Selanjutnya materi Tips menulis yang menyenangkan disampaikan oleh Kak Muhsin Kalida sampai pada pukul 12.00 WIB. Selanjutnya acara ditutup dengan do’a juga foto bareng.

Menciptakan Ide Memulai Belajar Menulis

Menulis merupakan translit dari menyampaikan secara lisan menjadi bentuk tulisan. Selanjutnya seorang penulis mengolah sedikit menarik agar orang lain dapat membaca dan memahami dengan cepat dan baik seperti halnya menyampaikan melalui pembicaraan yang diharuskan menyampaikan pembicaraan dengan sopan serta menata sistematis dalam penyampaiannya.

Untuk mengawali menulis, seseorang memulai mencatat kegiatan dari perihal sederhana yakni menceritakan runtutan aktifitas mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Selanjutnya penulis melengkapi dengan memberikan keterangan mendetail dari salah satu aktifitas yang dialami sehari-hari. Misalnya aktifitas menyapu; yakni memberikan keterangan perasaan menyapu, suasana menyapu, bertemu seseorang ketika sedang menyapu, waktu menyapu dan seterusnya.

Dengan begitu, proses menulis pun akan lebih mudah jika kita selalu menyimpan pena dan kertas dalam saku atau tas kita. Apalagi sekarang sudah banyak aplikasi smartphone yang dapat menyimpan catatan atau aplikasi buku diery

 

Tips Menulis Menurut Kak Muhsin

Menurut Kak Muhsin menulis bukanlah perkara yang sulit, apalagi menjadi beban hidup. Menurut beliau, ada tiga syarat untuk menulis diantaranya;

1.    Hadirkan ide

Ide bisa didapatkan dari obyek yang paling dekat dengan hati dalam aktifitas keseharian penulis. Selain itu ide akan muncul dimanapun seseorang berada disela-sela aktifitasnya. Selanjutnya, penulis mengabadikannya melalui catatan.

2.    Ciptakan mood

Mood harus diciptakan, jangan ditunggu. Karena kebiasaan yang Ikhlas berawal dari memaksakan diri untuk mengawali sesuatu yang baik atau positif

3.    Mulailah menulis

Menulis membutuhkan pengorbanan sedikit waktu untuk dapat istiqomah

 

Selanjutnya untuk mengawali menulis, Kak Muhsin memberikan tugas kepada peserta untuk menuliskan kata benda sebanyak-banyaknya. Kata benda tersebut yang dijumpainya mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali.

Dalam belajar bareng ini, banyak peserta yang dapat menyebutkannya puluhan hingga ratusan kata benda yang dijumpainya. Kemudian ratusan kata benda yang telah ditulis tadi, dipilih satu saja yang paling memiliki kedekatan emosional. Satu benda itulah yang akan digunakan sebagai obyek dalam menulis.

Untuk menulis lebih mendalam, siswa dituntut setiap hari memberikan coretan dalam buku diary pribadi masing-masing. Coretan ini bertujuan untuk lebih istikomah dalam aktifitas memberikan catatan setiap harinya. Selanjutnya Kak Muhsin akan kembali lagi pada pertemuan mendatang untuk menindak lanjuti belajar bareng dengan para peserta.

 


Menulis Itu Pekerjaan Mulia

Menjadi penulis bukanlah sekedar perkara mudah dan gampang. Akan tetapi sebuah aktifitas atau pekerjaan yang membutuhkan proses yang panjang untuk menempa diri dan latihan-latihan yang terus dilakukan secara Istiqomah. Belajar adalah cara terbaik bagi penulis pemula untuk menghasilkan karya terbaik. Tidak ada jalan instan menjadi penulis, tetapi semua dilakukan melalui proses dan praktik secara terus menerus.

Menulis itu menjadi pekerjaan mulia karena di dalam menulis banyak hikmah aktifitas yang tak tebatas nilainya. Yakni mulai dari proses berfikir, daya imajinasi, pencerahan serta akan bermanfaat bagi orang lain. Para penulis senior seperti halnya pramodya Ananta Toer mengatakan, “Segala pekerjaan yang bukan kejahatan adala mulia”.

Selain itu, pekerjaan menulis adalah proses menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan, menyalurkan energi positif yang dibangun oleh penulis melalui goresan pena dalam setiap huruf, kata, kalimat, pragraf dan lembaran-lembaran tulisan.

Proses menulis juga terdapat unsur do’a, kerja keras dan semangat, ikhtiar dan tawakal penulis memfokuskan ke dalam tulisannya untuk menghasilkan buku yang bermanfaat dan berguna bagi pembacanya.

Oleh karenanya, karya tulis menjadi sesuatu yang sangat tinggi derajatnya. Banyak manfaat pula yang dapat dirasakan dan dihasilkan oleh penulis ketika istikamah menulis.  Melahirkan karya tulis berguna bagi banyak orang adalah perbuatan baik yang menjadi amal tiada putus. Tentu amal kebaikan itu akan kembali kepada penulisnya dan menjadi saksi dihadapan Tuhan bahwa coretan itu buah pemikiran serta tangan penulisnya.

Banyak orang-orang mulia yang terkenal dalam dunia Islam misalnya, Imam Ghozali, Ibnu Rusy, Al Farobi, Imam Syafi’i dan lain sebagainya karena karya tulisnya yang dapat dinikmati sampai kapanpun. Sehingga bagi para penulis, dapat disimpulkan bahwa menulis adalah jalan menuju kemuliaan dan keabadian.


Komentar

  1. Pemberitaan seperti ini yang ditunggu. Karya para santri harus terus dikembangkan untuk memperkuat jati diri

    BalasHapus
  2. Pengestunya Bunda Ning, terus bergerilya demi generasi,. dimulai dari dalam kandang kepala satpamnya para Santri 🤭💪

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengelolaan Perpustakaan; Frekuensi Harapan TBM Leshutama untuk Kelestarian Lingkungan

Penyamaran Profesi Petani; Antara Ilmuan Terpaksa dan Keterpaksaan Jadi Ilmuan

Kembali Trustusan di Instansi Pemerintahan