TBM Leshutama Tulungagung Terima Bantuan Pemerintah Berupa 1.000 Buku Bacaan Bermutu Dari Perpustakaan Nasional

 

By.MukhosisAbdul

Pada tahun 2025, TBM Leshutama Tulungagung pertama kalinya mendapat bantuan dari pemerintah berupa 1.000 buku bacaan bermutu dari program Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Buku bacaan ini tentu sangat bermanfaat khususnya anak-anak pembaca di TBM Leshutama. Karena buku bacaan kelas anak ada sekitar 1.000 buku lebih habis terbagikan ketika moment Covid-19 tahun 2020 s/d 2021, dimana pada saat itu pengunjung kelas anak-anak semakin membeludak dan sering mendapat teguran dari pemerintah desa. Disisi lain, anak-anak pada saat itu liburan sekolah yang panjang dan belajar melalui daring.

Pada saat pengurus kebingungan untuk membuat jadwal kunjung dengan rata-rata 60 anak hingga 85 anak perhari. Sehingga kami beriniatif untuk membagikan kepada anak untuk dibaca di rumah masing-masing. Nah, disinilah buku bacaan TBM Leshutama mulai surut.

Pada tahun 2025 ini, kami mendapat amunisi buku, yakni mendapat buku bacaan bermutu dari Perpustakaan Nasional. Sehingga membuat pembaca kalangan anak-anak lebih bersemangat kembali. Karena buku yang diberikan bagus, bergambar serta tampilan kertas yang bagus pula. Meskipun beberapa halaman sehingga terlihat tipis, akan tetapi semuanya proporsional dalam tampilan yang menarik.

Bantuan buku bacaan bermutu dari Perpustakaan Nasional tahun 2025 ini, bagi kami bagian dari ruh semangat dalam memberikan warna untuk generasi muda dalam inspirasi berkarya. Dengan semangat “Hijaukan Indonesia dengan Membaca”, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Leshutama, berupaya memberikan ruang gerak dan kreatifitas muda dalam kelestarian hutan dan penyelamatan sumber mata air.

 

Unit Bantuan Perpusnas RI

Bantuan 1.000 Bahan (1.000 judul) Bacaan Bermutu dari Perpusnas RI telah diterima oleh TBM Leshutama lengkap dengan satu Unit Rak buku. Alhasil, Semua bantuan buku bacaan ini sangat bermanfaat dan mendukung kegiatan Literasi Masyarakat oleh TBM Leshutama Tulungagung.

Melalui Bahan Bacaan Bermutu Tahun 2025 oleh Perpustakaan Nasional RI, diharapkan pembaca lebih semangat belajar dan membaca terutama kalangan anak-anak yang gemar membaca buku-buku bergambar.

 


Berbagai Capaian TBM Leshutama Tulungagung

TBM Leshutama Tulungagung awal mula berdiri di Dusun Jigang Desa Pakisaji Kecamatan Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur pada tahun 2013 oleh semangat gerakan teman-teman pemuda yang ingin menyalurkan kreasi literasi namun belum memiliki wadah kreasi.

TBM Leshutama Tulungagung juga memiliki latar belakang permasalahan lingkungan sekitar. Seperti halnya banyaknya sampah yang berceceran di sepanjang tepi jalan, pembuangan sampah sembarangan yang menumpuk di tepi jalanan serta banyaknya sampah di saluran resapan air perkampungan dan seterusnya. Sehingga menemukan nama “Leshutama” artinya dari kata Pelestarian Lingkungan, Hutan dan penyelamatan sumber mata air.

Dengan fasilitas lapangan seadanya, TBM Leshutama Tulungagung lebih memaksimalkan kegiatan lapangan seperti halnya;

1.    Bersih lokasi sumber mata air dari sampah plastik,

2.    Membuat kreasi mainan dari botol bekas yang terkumpulkan selama bersih selokan,

3.    Membangun jejaring pegiat Reboisasi kalangan anak-anak

4.    Membuat media tanam serta formula pupuk dan lain sebagainya

Pada tahun 2025, TBM Leshutama mengubah minset guna mewujudkan pembelajaran praktis, yakni aplikasi yang bersifat lapangan dan riset. Diantaranya;

1.    Meracik pupuk yang berbahan baku mineral bebatuan

2.    Aplikasi tanaman dalam greenhouse dari berbagai media tanam, baik hidroponik maupun polybag

3.    Merakit struktur media tanam, dan seterusnya

Perihal ini bertujuan untuk mengurangi generasi muda dalam ketergantungan gadget sehingga mereka berfikir dari dunia halusinasi gadget menjadi berfikir rasional. Sehingga generasi muda menjadikan gadget sebagai bahan perbandingan referensi dalam ujicoba kreatifitasnya. Semoga TBM Leshutama dengan bertambahnya inventaris buku dari perpusnas bermanfaat kepada mayarakat Leshutama dan sekitarnya.

 

Komentar